Chhatrapati Sambhajinagar, India — Sebuah tragedi memilukan terjadi di Bukit Khavdya, Tisgaon, Chhatrapati Sambhajinagar, Maharashtra, India. Seorang pemuda bersama kedua orang tuanya meninggal dunia setelah insiden jatuh dari tebing yang diduga bermula dari perselisihan mengenai permintaan sebuah ponsel baru.
Pemuda tersebut diketahui bernama Kunal Murlidhar Chandvade. Sejumlah laporan media India menyebut usianya 18 tahun, sementara laporan lain menyebut 19 tahun.
Menurut laporan yang beredar, perselisihan keluarga tersebut berkaitan dengan keinginan Kunal untuk mendapatkan iPhone baru. Setelah pertengkaran, Kunal kemudian pergi menuju kawasan Bukit Khavdya.
Mengancam Mengakhiri Hidup
Sesampainya di kawasan bukit, Kunal dilaporkan berdiri di dekat tepi tebing dan mengancam akan mengakhiri hidupnya.
Kedua orang tuanya, Murlidhar Chandvade dan Sangeeta Chandvade, kemudian menyusul ke lokasi untuk membujuk putra mereka agar tidak melakukan tindakan tersebut.
Warga dan pihak kepolisian juga dilaporkan berusaha membantu membujuk Kunal. Upaya tersebut berlangsung cukup lama, dengan beberapa laporan menyebut proses membujuknya berlangsung sekitar tiga jam.
Namun, situasi berubah menjadi tragedi ketika sang ayah berusaha mendekati dan meraih Kunal untuk menariknya menjauh dari tepi tebing.
Ayah dan Anak Jatuh Bersama
Dalam upaya menyelamatkan putranya, Kunal dan ayahnya kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tebing.
Beberapa laporan menyebut ketinggian lokasi tersebut sekitar 500 kaki atau sekitar 150 meter. Keduanya meninggal akibat jatuh tersebut.
Sang ibu yang berada di lokasi kemudian mengalami tragedi yang sama. Laporan media mengenai detail persis jatuhnya sang ibu memiliki perbedaan, tetapi seluruh laporan menyatakan bahwa Sangeeta juga meninggal dalam insiden tersebut.
Dengan demikian, tragedi tersebut merenggut tiga anggota keluarga sekaligus.
Berawal dari Perselisihan soal Ponsel
Peristiwa ini kemudian menjadi sorotan karena diduga bermula dari perselisihan mengenai permintaan Kunal untuk mendapatkan ponsel baru, yang dalam sejumlah laporan disebut sebagai iPhone.
Namun, penting untuk dicatat bahwa ponsel tersebut bukan penyebab langsung kematian ketiganya. Peristiwa fatal terjadi setelah Kunal berada di tepi tebing dan mengancam akan mengakhiri hidupnya, kemudian terjadi upaya penyelamatan yang berakhir tragis.
Kasus tersebut menjadi pengingat betapa cepat sebuah konflik keluarga dapat berubah menjadi situasi yang sangat berbahaya ketika seseorang berada dalam kondisi emosional dan berada di tempat berisiko tinggi.
Tragedi di Bukit Khavdya ini meninggalkan duka mendalam karena dalam satu kejadian, seorang anak dan kedua orang tuanya kehilangan nyawa.
Catatan: Detail usia dan beberapa kronologi dalam pemberitaan mengenai kasus ini berbeda antara satu media dengan media lainnya. Karena itu, informasi di atas menggunakan keterangan yang dilaporkan media dan tidak menganggap detail yang berbeda sebagai fakta yang sudah pasti.
0 Komentar